Senin, 13 Juni 2016
#ABOUT LOVE
source pic :https://www.google.co.id/search?client=aff-cs-360chromium&hs=8tM&biw=1366&bih=642&tbm=isch&sa=1&q=kata+tere+liye+cinta&oq=kata+tere+liye+cinta&gs_l=img.3..0i5i30j0i8i30l8.160490.163095.0.163392.12.11.1.0.0.0.141.1169.0j9.9.0....0...1c.1.64.img..2.5.514.lENRar4e0F8&bav=on.2,or.r_cp.&bvm=bv.124542969,d.dGo&dpr=1&ech=1&psi=oX1fV6zrO8bL0gTMnbuQDg.1465875877277.3&ei=R35fV_j1D8vE0gTf0ZTwCg&emsg=NCSR&noj=1#imgrc=RPpUySlPd6RP2M%3A
Semua yang berbeda belum tentu terbaik. Tapi yang terbaik sudah tentu berbeda.
Aku adalah aku. Seorang manusia yang memiliki keberanian menjadi pemimpin dalam usianya yang masih belia.
seperti anak Elang yang lahir dari dalam jerami milik induk Ayam. Tapi secercah cahaya terang
di kala malam pekat mendekap telah menjadikan tangis bayi berhenti, menjadikan kemaksiatan dan segala
kejahatan Jin dan manusia minimalis. Pelita itu kini meredup, dan hanya kemuan menyentuh korek api untuk
kemudian mengambil dan menggesekkan kepala korek pada kertas yang menjadikan batangan-batangan
itu hangus. Seperti pengorbanan kecil untuk suatu pengorbanan besar menerangi gulitanya hari-hari sepi.
Mencintai pekerjaaan kita merupakan satu hal yang fungsinya seperti pelumas di kala semangat kita down.
Tuhan meciptakan makhluk bernama manusia bukan untuk permainan. Tetapi untuk menciptakan permainan baru di area bernama bumi. Di sana manusia jadi Pemimpin. Ya, semua manusia.Hanya saja terkadang kebodohan - kebodohan itu datang dari luar, menghamili kepercayaan diri. Integritas adalah barang sampah.
Sedang kebebasan adalah seperti lampu kristal yang mewah. Yang katanya menjadi pelita indah mengagumkan dalam meerangi kegelapan dunia.
Aku adalah aku. Seorang yang memiliki semangat tinggi. Daya tahan kuat. Bukan seberapa pintar anda untuk jadi pemimpin.
Tapi seberapa berani anda maju menjadi pionir masa depan dengan bermodal ketrampilan dari Tuhan yang selalu mengingat di saat kita mengingat. Please love your work. And should for the world. All is bestfriend. All the work is simple with the miracle and Allah helped
BROKEN HEART#1
source pic 2 : scrapu.com
Aku ingin bercerita tentang sesuatu
asing yang sering disebut oleh teman-temanku. Bukan hanya itu, atmosfer
keberadaannya ada di hampir seluruh stasiun TV. Cinta. Lebih tepatnya patah
hati.
Dulu
kita pernah saling menggenggam sebelum akhirnya saling melepaskan.
Dulu
kita sempat saling menguatkan sebelum memutuskan saling membiarkan.
Seharusnya
aku bersyukur pada Tuhan karena tak mengizinkan kita saling menjatuhkan lalu
menikam. Hal yang mengerikan itu seringkali kubayangkan kehadirannya. Bagiku,
seorang pecinta music keras yang tidak terbiasa mengekspresikan emosi dengan
tangisan, kali ini kau benar-benar berhasil. Ku katakan sekali lagi. Kau
berhasil membuatku terus saja memikirkan tentang kenangan kita. Entah ketika
aku menyebut ini rindu, apakah yang kurindukan itu sosokmu atau hanya kenangan
aku dan kamu.
Masih
saja ku tebak maksud Tuhan memisahkan kita. Berpisah hanya karena berbeda
haluan. Padahal bukankah Tuhan menciptakan milyaran manusia dengan berbagai
ragam perbedaan ?. lalu mengapa ide dan jalan pikiran kita begitu tajam hingga
memutus hubungan yang sudah ku anggap nyaman.
“Orang-orang
menganggapku sebagai wanita galau yang tak kunjung bangkit. Biarkan saja.
Mereka hanya tidak tahu aku bangkit karena perihal yang mereka sebut penyebab
galauku.”
Hidup
ini adalah perjuangan. Begitu juga dengan kisahku yang terus saja diam-diam
berjuang mencari kesibukan hanya untuk melupakan rasa sakit dan patah hati.
Tapi semakin ku coba menghapus kenangan yang terasa manis itu, hatiku semakin
sakit. Justru hal yang lebih besar dan menakutkan datang. Dendam. Rasa sakit
hati karena patah harapan itu kini berubah menjadi rasa sakit karena dendam.
Perasaan tersakiti dan ingin membalaskan tentu saja ada.
Merasa
keputusan sepihak yang diambil sangat tidak menghargai ku. Bukan hanya karena
merasa tidak dihargai, lebih dari itu. Dilecehkan. Jika saja belum siap membina
rumah tangga lebih baik tahan diri. Itu lebih baik dari sakit hati yang
ditimbulkan setelah melalui masa-masa indah lalu jatuh bukan karena adanya
orang ketiga yang lebih menggoda. Lebih karena ternyata sifat keduanya masih
sama keras, lebih tepatnya belum matang.
Akan datang
padaku seorang pangeran yang gagah bersama pasukannya. Ia membawa segenap aura
dan wibawa yang menggetarkan jiwaku. Penaklukan terhadap hatiku dimulainya
dengan melancarkan serangan terhadap impian-impianku dan orangtua. Ia hadir
membawa secercah harapan dengan menawarkan pundaknya sebagai sandaran kala aku
merasa lelah menghadapi dunia. Ia memelukku tanpa bertanya mengapa saat airmata
membasahi pipiku. Ia takkan membiarkan peluh keringatku menetes kecuali untuk
membesarkan penerusnya atau menciptakan hidangan yang akan menyembuhkan rasa
lelahnya dalam pekerjaan.
Umurku
belum juga cukup untuk memegang KTP, tetapi rencana dan impian tentang
kehidupan indah bersama satu orang pria yang akan melengkapi hidupku telah
tergambar begitu jelasnya. Apakah ini khayalan anak kecil akibat banyaknya
sinetron drama percintaan di televisi ?. oh, aku membodohkan diri sendiri.
GARA-GARA BROKEN HOME #1
That’s
right. Kamu gak salah baca kok. Topik pertama yang pengen aku bahas adalah
broken home. Dalam Bahasa Indonesia, broken home artinya rumah yang berantakan.
Tentunya bukan berarti rumah yang hancur gara-gara gelombang pasang laut
selatan atau rumah yang tinggal puing seperti dialami para korban gunung Kelud
yang meletus di hari valentine 2013 lalu.
Broken
home adalah keadaan saat rumah tangga pecah akibat konflik internal yang
berkembang. Broken sering dianggap pelaku tertuduh dari berbagai jenis
degradasi moral, terutama di kalangan remaja.
Berdasarkan
pengalaman saya dalam berkawan. Ternyata ada banyak sekali remaja seusia saya
yang ketika ditelusuri alasan kenakalannya seperti miras, free sex, bolos
sekolah, sampai narkoba. The most answers is broken home. It’s very scary.
Minggir
dikit dari cerita mengerikan tentang broken home. Kalau ditilik lagi nih, Ayah
Ibu kita menikah dengan cara suci nan sakral sebelum membina rumah tangga yang
diibaratkan berlayar. Taruhlah kalau kita pacaran, sama-sama bosen ya tinggal
putus. Pacar yang aslinya berduit sering traktir bagai pegganti ayah sebagai
tempat minta jajan eh tiba-tiba kekayaannya yang berasal dari orangtuanya di
stop. Sementara itu pada sisi lain, ada cowok yang lebih tajir dan tampan lagi
nyepik nih. Udah ngaku aja sebagai pemilik naluri kewanitaan yang punya
kebutuhan kompleks segudang. So choose the second man and all will be okay.
Semudah itu. Ini bedanya dengan ikatan pernikahan yang telah dipikirkan matang
karena akan dijalani dengan harapan sehidup semati dengan si dia.
Pastinya
akan ada banyak godaan selama pernikahan. Karena setan membenci pernikahan yang
berkah, yang didasari Ridha Allah. Bagi pasangan kurang sejahtera digod dengan
harta, tahta, dan pria/wanita lain. Bagi yang sudah kaya biasanya diuji dengan
kasih sayang yang tidak lebih besar dari sayang pada pekerjaan atau orang
diluar keluarga. Jadi mungkin itu alasan rata-rata orang punya istri muda atau
simpanan itu ya gara-gara kelebihan uang.
Yes,
aku sungkan sebenernya bahas tentang pernikahan, apalagi lika-likunya. Because
I’m single happy and I have not experience about married. Tpi buat cerita
tentang broken home dan penyebabnya di keluarga berada atau kurang mampu
insyaallah riil dan bias dibuktikan kok. Wkwk.
Anak-anak
punk di jalan gitu pernah nggak kamu Tanya alasan milih hidup di jalan daripada
di atas kasur empuk ?. kumal, rebel, liar. Hey, it’s so funny. Jangan salah lho
ya. Anak-anak punk rock yang dianggap marjinal oleh beberapa masyarakat,
aslinya tuh berprinsip dalam hidup. Serius. Bahkan JRX SID bias menjelaskan
arti dari tiap tattoo di tubuhnya. Setelah jadi penggemar music rock, punk, dan
metal sejenisnya selama beberapa tahun terakhir. Aku simpulin kehidupan mereka
keras. Hanya ada satu kata. Lawan !!. bias diartikan juga berjuang.
Sebagai
seorang anak broken yang berusaha bangkit melawan godaan amfetamin chrsytal,
rokok, vodka, dan sejenisnya aku pengen ngasih opini tentang broken home.
Jika
kamu ngrasa down. To be victim of a crime kayak lagunya A7X. merasa jadi
koraban atau dikorbankan. Terpojok. Udah gak punya teman baik yang tulus
temenan sama kamu. Dunia kejam. Sekolah membosankan, dll. Silahkan aja pikirkan
tentang apapun yang ingin kamu lakukan. Bunuh diri ? nge fly ? hidup di jalan
bbersama-sama teman senasib seperjuangan yang asik ? . silahkan aja.
Udah
selesai mikirnya ? . oke sekarang dengerin.
Broken
home doesn’t mean broken hope
Broken
home doesn’t mean broken heart
Broken
home doesn’t mean broken dream
Broken
home doesn’t mean end of good life
Seharusnya
kamu bangkit untuk memperbaiki keadaan sekarang. Nih sepengalaman gue, kalo
kita berprestasi pasti orangtua luluh kok. Nah, biasanya suasan akan harmonis
walau 1 atau 2 hari aja. Tapi tenang, itu kan awal buat membangun keharmonisan
lagi. Yaki deh ! sulit banget nemuin orangtua yang gak mau peduli dan gak kan
luluh liat anaknya bahagia dengan kehidupannya yang berprestasi dan dihargai
lingkungan. Emang perumpamaan orang Jawa kebo nusu gudel itu boleh diterapkan di
beberapa saat. Seperti saat orangtua kita sama-sama mentingin egonya. Menuduh
keadaan yang genting sebagai akibar perbuatan pasangan, belum lagi kalo anaknya
ikutan terguncang jiwa. Duh, na’udzubillah coba kendaliin diri sob. Emang
perih, emang sulit. Tapi kalo kamu tenang dan gak begitu terpengaruh keadaan
yang kacau insyaallah kondisi akan lebih baik daripada ikutan emosi dan
nyalahin orangtua.
Pertengkaran
kecil bias dipicu dengan menuding lawan ‘kamu salah’. Jika keadaan sedang
runyam dan ini dilakukan, entah pada saudara, mama, papa, teman, atau whoever
sekalipun bias memicu pertengkaran. Minimal rasa tidak nyaman dan benci dengan
kita pada saat itu, jadi masalah harus disikapi dengan bijak. Bukan karena
masalah sebenarnya yang ngganggu, tapi kita yang reaktif. Coba aja misal nih
kamu lagi jalan dan ada seseorang naik motor, terus dia ngludah sembarangan pas
jatuhnya tepat di depanmu. Kalo kamu mudah tersulut emosi, bias jadi kamu marah
nyalahin dia, ngumpat, bahkan lari ngejar motornya. Dan orang itu gak trima
kamu katain ‘kelinci lo, kotoran lo’ pasti balas memaki dan ganti nyalahin kamu
yang lagi jalan santai. Yah jadi ada battle. Tapi kalo orang sombong itu Cuma
lo respon dengan ngucap istighfar kan aman. So not because the problem, but how
to response it. Itu yang disebut masalah.
Begitu
juga dengan battle kecil di rumah kita. Coba untuk tidak menyalahkan siapapun.
kenapa harus nulis ?
Menulis adalah kegiatan
paling menyebalkan bagi sebagian orang. Entahlah, tapi rasanya sulit sekali
menuangkan ide pada tulisan. Bagi meryeka, lebih mudah dan menyenangkan bila
menuangkan gagasan lewat berbicara dengan baik. Tentunya tidak semua orang seperti
ini.
Menulis
bias tentang apa saja. Sebagai pelajar produktif, seseorang akan merasa ada
yang janggal dari dirinya jika menikmati hidup tanpa menulis. Menuliskan
kejengkelannya pada teman sekelas yang pelit dalam berbagi jawaban atau tentang
saptpam sekolah yang genit. Hey, you don’t know what is your experience that
get attractively.
Menulislah
selagi kamu hidup. Izinkanlah anak cucumu dan teman-temannya mengambil
pelajaran dari kehidupanmu. Sehingga mereka setidaknya berusaha menghindari
jatuh pada lubang yang sama denganmu. Bahkan mungkin mereka akan berpikir
bagaimana cara menjadikan dirinya lebih bermanfaat daripada dirimu.
Jangan
egois ! apa kamu tidak suka bernostalgia ? karena disamping memuat kepahitan
hidup, tentu saja sejarah bercerita tentang perjuangan. Mulai lika-likunya
hingga prestasi pencapaiannya. Seringkali bagian inilah yang akan membuat kita
bangkit kembali disaat terpuruk. Merasa jatuh dan sendirian.
Menulis
juga lebih baik daripada mengetik. Selain karena tidak terpapar radiasi
elektronik, ternyata menulis lebih banyak melibatkan saraf-saraf otak maupun
otor tangan. It’s the secret of writing. Memang ayat yang turun pertama dari Al
Qur’an adalah perintah Iqra’ atau membaca dan bukan menulis. Tapi jika kita
menelisik lagi, bukannya kegiatan membaca pasti ada objek yang dibaca berupa
tulisan. Jadi lagi-lagi menulis adalah proses menghasilkan karya. Insyaallah
juga mendatangkan berkah dan bias digunakan lading ibadah.
You
can’t die when you decided to be writer. Your name will be endlessly. Hmmm….
Tulislah apapun yang kamu rasakan. Tidak ada yang namanya alas an sibuk. Karena
menulis adalah kegiatan sampingan yang bias dikerjakan di sela kesibukan. Waktu
santai di depan TV, menunggu teman di mall bahkan travelling. Busy just bad reason
if you want to be a good writer.
Asyik
sekali jika kita bias mengabadikan momen-momen keakraban dengan family/teman
karib secara klasik. Yap, tulisan adalah cara klasik yang elegan dan
mengagumkan. Eksotis dalam pengabadian momen. Ia dapat menjelaskan tiap detail
perasaan ataupun sela-sela objek yang tidak dapat dijelaskan dalam pengabadian
melalui kamera begitu saja. Well, karena fotografi sendiri juga perlu tekhnik
untuk pengabadian.
Sama
halnya dengan menulis, fotografi juga tak sekedar shoot dengan mudah. Bahkan
kedua kegiatan ini sama-sama memiliki proses editing untuk menghasilkan karya
seni yang indah dan sedap atau eye catching dalam mempengaruhi orang. Dalam
dunia visual, tidak ada teks atau kata-kata disaat pengambilan gambar. Teks
yang bertugas menjelaskan tafsiran dari visualisasi melalui foto atau lukisan.
Ada
pepatah yang mengatakan 1 gambar mewakili 1000 kata. Barangkali inilah yang
membuat orang lebih tertarik menikmati visualisasi daripada teks tertulis.
Sementara orang-orang yang kesulitan dalam memadukan warna justru seringkali
pandai merangkai kata.
Apapun
itu alasannya, gambar bias mewakili 1000 kata. Tapi tanpa kata pasti gambar
akan menjadikan manusia mengeluarkan beragam makna sesuai pikirannya sendiri. Menulislah
dan kamu akan abadi. Sesungguhnya menulis itu lebih baik daripada minum ramuan
keabadian seperti di negeri dongeng.
Hidup itu adil sob.
Jangan pernah anggap dirimu tak berbakat. Kata Thomas Alfa Edison yang nemuin
bohlam pada percobaan ke 1000-nya pernah bilang yang utama itu kegigihan atau
kemauan mencoba 99 %. Dan yang 1 % itu bakat. Dan dia membuktikan perkataan itu
dengan semangatnya yang tak kunjung padam. Coba aja kalo sejak percobaan ke 100
nya dia udah menyerah dan tak percaya diri karena merasa tak berbakat. Mungkin
saja kita masih hidup diterangi obor dan rembulan di malam hari. Okay, keep
writing and persistence. See you on the top.
Rabu, 08 Juni 2016
kenalan dulu ya
Well
done !. Finally alhamdulillahirrabil ‘alamin Allah telah berkenan menggerakkan
hatiku untuk ngebuat blog dan kali ini ngurus blog ini denganserius. Yah,
anggep aja gara-gara belum cukup umur buat punya anak, jadi yang dibesarin
yablog ini. Merawat, ngasih vitamin, dan selalu menyayangi. Duh mulai lebay
deh.
For
the first time I want to introduce about myself and gave the reason why I make
this blog. Jadi sebenernya gue udah pernah beberapa kali bikin blog. Yap,
sebatas bikin abis itu tinggal. Kayak rumah suwung gitu jadinya. Padahal gue
suka banget nulis. Whatever. Apa yang gue rasain, gue denger, gue piker
teru-terusan sampe bikin galau itu sering banget gue tulis di buku harian yang
tak terkunci.
Gue
suka sama puisi, sedikit cerpen, dan beberapa jenis novel. Nah satu lagi yang
paling gue gandrungi. Motivated book. Yeay. Jadi ceritanya kemarin Ahad itu ada
seminar kepenulisan yang digawangi mahasiswa UB Kediri di hotel insumo palace.
Gue sama 2 temen gue dari SMAN 7 Kediri jadi peserta di lomba debat pendidikan
yang diadain mereka juga, so I get a free ticket for meet Wira Nagara. Kayaknya
gue yang paling lugu diantara para peserta.
Ternyata
Wira Nagara itu seorang Komedian jebolan SUCI 5 (Stand Up Comedy Indonesia)
KOMPAS TV. Dia juga penulis Distilasi Alkena, duh ini buku susah banget ditebak
isi dari covernya. I’m not attractive. Tapi setelah hadir di hari H dengan
dikasih motivasi hidup sama Trainer NLP asal Kediri, Ustadz Munif Thoha
semangat gue nulis blog tiba-tiba muncul gituaja ketika nyimak penuturan dari
mas Wira Nagara.
Okay,
life is never flat. Kayak iklannya chitato. Hidupnya mas Wira ini penuh liku
sejak SMA sampai gimana caranya bias punya nama besar sampai sekarang. Maybe
bakal gue share di postingan lain ya about his life.
Nah,
gue ini salah satu manusia yang percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini gak
ada yang kebetulan. Termasuk juga saat kemarin sore gue dapet voucher Rp 25.000
buat belanja di bookstore dan ketepatan sama hari ultah sahabat gue, yaudah gue
jalan cari buku yang bias buat kado. Ketemu sama yang judulnya #NTQ. Notes From
Qatar punya kak Muhammad Assad. Sebenernya 2 tahun lalu udah pernah baca dan
kenal buku ini sekilas waktu ada Training Kepemimpinan di Banyuwangi oleh
Pelajar Islam Indonesia Jawa Timur, Cuma pas itu kurang minat sih sama
sampulnya. Walaupun buku ini sebenernya udah National Best Seller lhoh.
Dan
setelah itu gue ambil buku NTQ dengan Balada Si Roy karya Gol A Gong yang
pernah diceritai sama Ibu. Hari ini gue udah baca NTQ sampe separo buku, dan
isinya tentang catatannya Mohammad Assad saat kuliah di Qatar mengejar ilmu S2
dengan Full Scholarship. A simple story.
Nah,
dari situ gue piker kalo kisah kecil yang bermakna di hidup ini gue bagi ke
masyarakat bakalan lebih manfaat kali ya. Apalagi keunggulan menulis blog
banyak banget buat perkembangan diri sendiri nantinya. So I try to starting
writing and sharing in this blog. Kedepannya gak pengen pelit ilmu lagi dengan
hanya menyimpan cerita konstruktif gue dan hanya membangikan pada catatan
harian yang cuma gue doang readernya.
Gue
bukan anak Jakarta sih, tapi kayaknya buat beberapa postingan santai gue bakal
pake istilah lo-gue gapapa kan ya. Lo-gue itu sejajar dengan aku-kowe kalo di
Jawa Timur. Sebutan buat temen yang udah akrab dan terkesan gak ada gap
diantara kita.
Yuk
saling berbagi, belajar, dan mengingatkan lewat tulisan. Salam hangat ya.
Langganan:
Postingan (Atom)





